| Menkokesra bersama Gubernur Sumsel |
Muara Enim,Radar Sriwijaya
| Menkokesra, Menkes RI dan Gubernur Sumsel |
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) RI Agung Laksono dan Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nafsia Mboi resmikan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) HM Rabain Muara Enim tahap kedua dan peletakan batu pertama pembangunan penambahan gedung rawat inap kelas III RSUD HM Rabain Muara Enim, hadiri juga Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin dan Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar dan Shinta Paramitha Muzakir.
Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar memaparkan gedung yang baru diresmikan ini memiliki kapasitas 87 tempat tidur,yang terdiri dari ruang Paviliun VVIP berjumlah 34 tempat tidur,Ruang Rawat Inap kelas I berjumlah 6 tempat tidur,ruang rawat inap kelas II dengan jumlah tempat tidur sebanyak 19 dan 18 tempat tidur rawat inap kelas III serta dilengkapi sarana pendukung gedung serba guna, instalasi pengolahan air limbah, dan rumah dinas dokter
Sedangkan gedung kelas III yang baru diletakan batu pertama oleh dua menteri dan gubernur sumsel, direncanakan berkapasitas sebanyak 150 tempat tidur yang juga di lengkapi ruang operasi,UGD,Poliklinik,gudang logistik serta rumah singgah tempat tunggu keluarga pasien. Pembangunan
gedung khusus Rawat Inap kelas III ini dibutuhkan dana sebanyak Rp 44,9 Milyar, sedangkan untuk sarana penunjangnya berupa Alat kesehatan serta Meubelair di butuhkan dana sekitar Rp 30 Milyar.Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengungkapkan, pada 2014 Pemprov Sumsel akan membangun sebanyak 10 unit rumah sakit Pratama. Dari jumlah tersebut sebanyak dua unit akan di bangun di Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), satu unit di Kabupaten Muara Enim dan sisanya di sejumlah Kabupaten/Kota lainnya.
| Muzakir Sai Sohar |
Selanjutnya, pada 2015 dibangun kembali sebanyak 20 unit, 2016 sebanyak 30 unit hingga 2017 total rumah sakit Pratama mencapai 270 unit yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota. Seiring dengan itu, pada 2014 Pemerintah Pusat juga akan meluncurkan program jaminan kesehatan secara nasional.Dengan adanya program jaminan kesehatan nasional maka dana kesehatan gratis Provinsi Sumsel akan dialihkan untuk peningkatan pelayanan di bidang serupa,katanya
Dilanjutkan Menkes RI, Nafsiah Mboi, dirinya menyambut baik program Alex Noerdin yang meluncurkan pembangunan rumah sakit Pratama, mengingat masyarakat sangat membutuhkan pelayanan kesehatan yang tersebar di sejumlah daerah.
Dikatakannya, rumah sakit adalah salah satu sarana paling penting dalam upaya pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Saat ini, perbandingan alokasi dengan jumlah permintaan pembangunan sarana kesehatan, seperti rumah sakit dari daerah ke pusat adalah 1 : 10. Untuk itu, dalam proses pemenuhannya, pemerintah pusat harus mendahulukan yang prioritas.
Sebagai gambaran, pemerintah akan lebih memilih mengutamakan pembangunan rumah sakit yang kecil-kecil (rumah sakit Pratama) namun tersebar, dibandingkan dengan rumah sakit yang besar namun terpusat di satu wilayah perkotaan saja. Sebab, dengan biaya sebesar Rp. 15 Miliar, pemerintah telah dapat membangun rumah sakit Pratama untuk 50.000 penduduk dengan 50 tempat tidur serta lengkap dengan fasilitas kesehatannya. Dan, keberadaan rumah sakit Pratama ini, tentunya akan lebih dekat dengan rakyat. Sedangkan, pembangunan sebuah rumah sakit besar, tentunya membutuhkan dana puluhan Miliar.
Dijelaskannya, pembangunan RSUD HM Rabain Kabupaten Muara Enim yang memakan biayanya i Rp.80 Miliar. Artinya, dengan dana tersebut setidaknya bisa membangun sekitar lima unit rumah sakit Pratama. Namun demikian, kata Menkes, penambahan gedung rawat inap kelas III RSUD HM Rabain Muara Enim juga tak kalah baiknya. Sebab, dengan adanya penambahan ini, maka pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dapat lebih dioptimalkan.Pemerintah pusat telah mengalokasikan sedikitnya Rp.136 Miliar setahun anggaran kesehatan untuk Provinsi Sumsel. Jumlah ini, termasuk TP dan Dekon, di luar dari anggaran Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Persalinan (Jampersal),”ungkapnya.
Menko Kesra, Agung Laksono menambahkan, peningkatan layanan kesehatan adalah salah satu faktor utama dalam upaya pencapaian kesejateraan sosial. Salah satunya adalah, melalui keberhasilan program KB. Sebab, program KB adalah salah satu langkah konkrit untuk menekan laju penambahan penduduk.Pengendalian populasi adalah faktor yang paling penting. Karena, betapa hebatnya pertumbuhan ekonomi, namun jika laju pertumbuhan tidak terkendali maka akan menjadi beban dalam upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi suatu negara,katanya
Saat ini, lanjut Agung, angka laju pertumbuhan pertumbuhan penduduk sebesar 1,49 %. Dengan tingkat kesuburan 2,6 % dari yang ditargetkan sekitar 1, %. Artinya, tingkat kesuburan ini sudah melebihi target. Hal ini, dapat dimaklumi karena saat ini, jumlah penyuluh KB hanya sebanyak 15.000 orang dari sebelumnya mencapai 30.000 orang Terkait hal ini, kami sudah mengajukan ke presiden, untuk penambahan tenaga penyuluh demi keberhasilan program KB," pungkasnya.(ADV 1/2 halaman)
0 komentar:
Posting Komentar